Proyek KJG
Donggi Senoro Building Package
Pertamina Blue Sky Refinery Project

Contact Us

Traditional Project Management
01. Traditional

Sketsa sebuah pabrik yang berdiri diatas tapak (halaman) yang dibatasi pagar keliling. Secara tradisional tanggung jawab pengelolaan (management) pembangunan “Proyek” pabrik ini hanya DILIHAT sebatas pembangunan pabrik dan semua unsur penunjangnya yang terdapat pada tapak (pagar, taman, jalan, tempat parkir, alat-alat listrik, telpon, pompa, pipa drainasi dll.). Demikian pula perencanaan teknisnya (engineering).

Modern Project Management
02. Modern

Menunjukkan tanggung jawab pembangunan pada zaman modern menjadi lebih luas, karena selain memperhatikan kualitas detil spesifik proyek, juga harus memperhitungkan dan MELIHAT berbagai faktor. Termasuk lingkungan hidup dan Rencana Tata Ruang Wilayah dengan wawasan pembangunan yang berkesinambungan (sustainable development). Pembangunan Pabrik akan memberi dampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar, serta sebaliknya. lingkungan diluar dan sekitar pabrik akan mempengaruhi rencana dan proses pembangunan pabrik.

Modern Project Management
03. Modern

Seluruh kegiatan membangun proyek (pabrik, perumahan, jalan raya dsb) dalam sebuah masyarakat disebut kegiatan dalam ”industri konstruksi”. (Catatan ketiga sketsa yang mengandung gambar ”mata burung” (bird’s eye) yang memperlihatkan luasnya jangkauan tanggung jawab perencana dan pemilik proyek). Dalam tingkatan yang lebih tinggi, seorang Kepala Daerah atau Pejabat Negara harus mampu “melihat/oversee” seluruh kumpulan proyek yang berada dalam wilayah atau ruang lingkup tanggung jawabnya.

Modern Global Perspective Project Management
04. Modern With Global Perspective

Memperlihatkan bahwa dalam manajemen proyek saat ini, perkembangan pengetahuan dan tantangan dunia mengenai efek pemanasan global (global warming), energy bersih (clean energy) dan lainnya, menjadi restriksi-restriksi penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan proyek. COP 21 di Paris tahun 2015, menetapkan komitmen 195 kepala negara di dunia untuk menjaga kenaikan temperatur dunia di bawah 2 derajat Celcius. Otomatis hal tsb menjadi salah satu kriteria penting pelaksanaan dan pemantauan progress proyek.

×